Bahasa merupakan salah satu alat yang dapat
digunakan sebagai media komunikasi antar manusia. Tidak terbatas pada kelompok
antar suku, tetapi juga antar negara. Oleh karena itulah, tidak mengherankan
jika dalam perkembangan bahasa, sebuah bahasa dapat mengalami perubahan makna
kata.
Dilihat dari prespektif sosiologi, masyarakat
secara perlahan atau cepat selalu mengalami perubahan seiring dengan perubahan
jaman. Akselerasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya
teknologi informasi, memberikan andil yang cukup besar dalam mengubah tatanan
kehidupan masyarakat. Perkembangan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan
serta perkembangan teknologi mempunyai hubungan kausalitas. Melalui kreativitas
manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang, dan melalui
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini pula masyarakat juga
berkembang.
Salah satu wujud
dari perubahan pada ranah budaya adalah perubahan yang terjadi pada tindak
berbahasa. Namun, apakah makna itu berubah? Jawabannya adalah karena
perkembangan bahasa seiring dengan perkembangan zaman, maka kata itu sendiri
akan mendapatkan makna lain.
Perubahan makna
kata disebabkan oleh hal-hal berikut:
1. Ilmu dan
teknologi
2. Perbedaan bidang
pemakaian
3. Pertukaran
tanggapan indra
4. Adanya
penyingkatan
5. Pengembangan
istilah
6. Faktor sosial
7. Faktor budaya
8 Adanya asosiasi
9. Perbedaan
tanggapan
10. Proses
gramatikal
Pergeseran makna
kata sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Generalisasi /
Perluasan Makna Kata
2. Spesialisasi /
Penyempitan Makna Kata
3. Ameliorisasi /
Peninggian Makna Kata
4. Peyorasi /
Penurunan Makna Kata
5. Asosiasi /
Perubahan Makna yang Berkaitan dengan Hal
6 . Sinestesia /
Perubahan Makna yang Berkaitan dengan Indra
A.
Generalisasi / Perluasan Makna Kata
Generalisasi atau
perluasan makna kata adalah suatu bentuk kebahasaan yang mengalami berbagai
penambahan makna kata yang keseluruhannya digunakan secara umum. Bisa diartikan
pula sebagai perubahan makna dari yang lebih khusus atau sempit ke yang lebih
umum atau luas. Cakupan makna baru tersebut lebih luas daripada makna yang lama
atau makna dahulu.
Berdasarkan
pengamatan, meluasnya komponen makna sebuah kata dapat pula disebabkan oleh
rendahnya frekuensi penggunaan sebuah kata. Makna kata yang jarang digunakan kemudian
dipindahkan kepada bentuk imbangannya yang frekuensi pemakaiannya lebih tinggi.
Contoh kata yang
mengalami generalisasi :
|
No
|
Kata
|
Makna Lama
|
Makna Baru
|
|
1
|
Menarik
|
Berkaitan
dengan tali
|
Cantik,
tampan, cakap, menyenangkan, menjadikan anggota
|
|
2
|
Bapak,
ibu, saudara
|
Hubungan
kekerabatan
|
Bapak
ditujukan pada lelaki berumur, ibu ditujukan pada wanita berumur, saudara
ditujukan pada orang yang sebaya
|
|
3
|
Kepala
|
Anggota
tubuh
|
Orang
yang memiliki jabatan tinggi
|
|
4
|
Kemudi
|
Berhubungan
dengan penyeimbang alat transportasi
|
Mengendalikan
|
|
5
|
Jalan-jalan
|
Jalan
raya
|
Berkunjung,
berlibur
|
|
6
|
Kandungan
|
Berhubungan
dengan bayi
|
Sesuatu
yang termasuk di dalam suatu hal
|
|
7
|
Jurusan
|
Tujuan
perjalanan
|
Bidang
yang akan ditekuni
|
|
8
|
Benih
|
Bibit
tanaman
|
Cikal
bakal, awal suatu kejadian
|
|
9
|
Putri
|
Anggota
kerajaan
|
Anak
perempuan
|
|
10
|
Kursi
|
Tempat
duduk berkaki
|
Jabatan,
kedudukan
|
Contoh dalam
kalimat :
1. a. Seohyun
memperbaiki kursi yang rusak itu.
b. Taeyeon berhasil menduduki kursi direktur di perusahaan itu.
Pada kalimat a, kata kursi berarti tempat duduk. Pada
kalimat b, kata kursi berarti
kedudukan.
2. a. Jessica
bergaya bak putri kerajaan.
b. Sunny adalah putri dari Lee Soo Yung.
Pada
kalimat a, kata putri berarti anggota
kerajaan, bisa dikatakan anak dari raja. Pada kalimat b, kata putri berarti anak perempuan.
B.
Spesialisasi / Penyempitan Makna Kata
Spesialisasi atau
penyempitan makna kata adalah makna suatu kata yang memiliki spesifikasi
tertentu atau spesialisasi, bisa diartikan pula sebagai perubahan makna kata
dari yang lebih umum atau luas menjadi makna yang lebih khusus atau sempit bila
dibandingkan dengan makna awalnya.
Contoh kata yang
mengalami spesialisasi :
|
No
|
Kata
|
Makna lama
|
Makna baru
|
||
|
1
|
Sastra
|
Dalam bahasa Sansekerta memiliki makna yang
luas
|
Karangan yang indah atau menggugah perasaan
|
||
|
2
|
Skripsi
|
Tulisan tangan
|
Tulisan mahasiswa yang disusun sebagai
persyaratan menempuh ujian untuk memperoleh gelar
|
||
|
3
|
Guru
|
Pembimbing rohani, pengajar silat
|
Pengajar di sekolah
|
||
|
4
|
Sarjana
|
Cendekiawan
|
Lulusan perguruan tinggi
|
||
|
5
|
Pendeta
|
Orang yang berilmu
|
Pembimbing rohani agama Kristen
|
||
|
6
|
Madrasah
|
Sekolah
|
Sekolah berbasis Islam
|
||
|
7
|
Pembantu
|
Orang yang membantu
|
Pesuruh, orang yang diberi imbalan atas apa
yang dilakukan
|
||
|
8
|
Motor
|
Alat penggerak
|
Kendaraan (sepeda motor)
|
||
|
9
|
Kitab
|
Semua buku, apapun jenisnya
|
Buku keagamaan
|
||
|
10
|
Bau
|
Semua bau, baik busuk maupun wangi
|
Bau yang menjurus pada bau busuk
|
||
Contoh dalam
kalimat :
1. a. Luna mencium bau telur goreng.
b. Sulli mengatakan bahwa bangkai tikus itu
sangat bau.
Pada kalimat a, kata bau berarti harum. Pada kalimat b, kata bau berarti busuk.
2.
a. Kau pembantu bagiku karena telah
membiayai sekolahku.
b. Lizzy menjadi pembantu di rumah Raina.
Pada
kalimat a, kata pembantu berarti orang
yang menolong. Pada kalimat b,
pembantu berarti orang yang diupah untuk dipekerjakan.
C.
Ameliorisasi / Peninggian Makna Kata
Ameliorasi atau
peninggian makna kata adalah suatu kata yang memiliki makna yang bernilai lebih
baik dari makna sebelumnya. Bisa diartikan pula sebagai perubahan makna yang
mengakibatkan makna yang baru dirasakan lebih tinggi atau hormat atau halus
atau baik nilainya daripada makna lama.
Dalam kehidupan
sehari-hari, sering didapati bahwa makna kata tetap dipertahankan meskipun
lambangnya diganti. Maksud pergantian lambang tersebut, yakni ingin melemahkan
makna, agar orang yang dikenai kegiatan tidak tersinggung. Dengan melemahkan
makna, kadang-kadang orang tidak akan merasa bahwa sesuatu tindakan terlalu
berat atau tidak akan menyinggung perasaan seseorang.
Peninggian
makna kata terjadi karena pertimbangan-pertimbangan berikut :
1.
Pertimbangan psikologis, dimaksudkan agar perasaan orang tidak tersinggung,
tidak merasa tertekan secara psikologis.
2.
Pertimbangan politis, dimaksudkan agar ketentraman masyarakat tidak terganggu,
serta tidak mengganggu keamanan.
3.
Pertimbangan sosiologis, dimaksudkan agar masyarakat tidak resah.
4.
Pertimbangan religius, dimaksudkan agar orang yang dikenai kata tidak akan
tertekan imannya.
5.
Pertimbangan kemanusiaan, dimaksudkan agar manusia tidak menyalahgunakan hak
asasi manusia, yang antara lain menyangkut martabat dan kehormatan pribadi, dan
bahwa manusia yang satu dengan yang lainnya memiliki hak yang sama.
Contoh
kata yang mengalami ameliorisasi :
|
No
|
Kata Awal
|
Kata yang
Diameliorisasi
|
Makna
|
|
1
|
Bui, penjara,
tutupan
|
Lembaga
pemasyarakatan
|
Tempat menahan
terpidana setelah proses sidang
|
|
2
|
Dipecat,
dipensiunkan, diberhentikan
|
Di-PHK (Pemutusan
Hubungan Kerja)
|
Tidak
dipekerjakan lagi secara paksa
|
|
3
|
Tuli
|
Tunarungu
|
Tidak dapat
mendengar
|
|
4
|
Kakus, WC, kamar
kecil
|
Toilet
|
Tempat buang
hajat
|
|
5
|
Orang yang sudah
tua
|
Manula (manusia
lanjut usia)
|
Orang yang sudah
berumur
|
|
6
|
Pelayan toko
|
Pramuniaga
|
Orang yang
melayani pembeli di toko
|
|
7
|
Korupsi
|
Komersialisasi jabatan, menyalahgunakan
wewenang
|
Melakukan tindak
kejahatan keuangan negara
|
|
8
|
Pakaian
|
Busana
|
Alat penutup
tubuh
|
|
9
|
Pembantu
|
Pramuwisma
|
Orang yang diupah
untuk bekerja
|
|
10
|
Kabur
|
Menghilang
|
Pergi dengan
diam-diam
|
D. Peyorasi / Penurunan Makna Kata
Peyorasi
atau penurunan makna kata adalah proses perubahan makna kata yang terdengar
lebih kasar atau lebih rendah daripada makna yang sebelumnya, dianggap memiliki
konotasi negatif.
Contoh
kata yang mengalami peyorasi :
|
No
|
Kata
|
Makna Lama
|
Makna Baru
|
|
|
1
|
Bibi
|
Istri paman,
saudara perempuan ayah / ibu
|
Sebutan untuk
pembantu
|
|
|
2
|
Oknum
|
Pelaku
|
Pelaku kejahatan
|
|
|
3
|
Kaki tangan
|
Pembantu
|
Pembantu dalam
hal negatif
|
|
|
4
|
Kroni
|
Sahabat
|
Kawan dari
seorang penjahat
|
|
|
5
|
Janda
|
Wanita yang
ditinggal meninggal suami
|
Wanita yang telah
bercerai
|
|
E. Asosiasi / Perubahan Makna Kata yang Berkaitan dengan
Hal
Asosiasi
adalah perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat atau kemiripan
antara dua hal yang sebenarnya berbeda atau berlainan.
Contoh
kata yang mengalami asosiasi :
|
No
|
Kata
|
Makna Lama
|
Makna Baru
|
|
1
|
Kacamata
|
Benda yang berguna
menajamkan penglihatan
|
Pandangan menurut
seseorang
|
|
2
|
Memancing
|
Mengail ikan
|
Memberi sesuatu
atas apa yang diinginkan
|
|
3
|
Amplop
|
Tempat surat
|
Uang sogok
|
|
4
|
Benalu
|
Tanaman parasit
|
Pengganggu,
pengacau
|
|
5
|
Mencatut
|
Mencabut dengan
catut
|
Menarik
keuntungan
|
F. Sinestesia / Perubahan Makna Kata yang Berkaitan
dengan Indra
Sinestesia
adalah perubahan makna kata akibat pertukaran tanggapan antara dua indra yang
berlainan fungsi. Misalnya indra peraba dan perasa, indra penglihatan dan indra
penciuman, dan sebagainya.
Contoh
:
1.
Kata-kata
Amber sangat kejam dan sungguh pedas di telinga.
Di sini, pedas tidak diartikan sebagai rasa
(indra perasa), namun sebagai ucapan yang menyakitkan (indra pendengaran).
2. Suaranya yang merdu sangat lembut di telinga kami.
Di sini, lembut tidak diartikan sebagai
kehalusan suatu benda (indra peraba), namun sebagai nada yang didengar (indra
pendengaran).
3. Suara Luhan sampai saat ini masih empuk.
Di sini, empuk tidak diartikan sebagai lunak
(indra peraba), namun sebagai makna kemerduan (indra pendengaran).
4. Wajah Krystal manis dan rupawan.
Di sini, manis tidak diartikan sebagai rasa
(indra perasa), namun sebagai sesuatu yang bermakna menarik (indra
penglihatan).
5. Nasi campur ini ramai rasanya.
Di sini, ramai tidak diartikan sebagai
sesuatu yang banyak (indra penglihatan), namun sebagai arti bermacam-macam rasa
(indra perasa).
6.
Sikap Jongin terlalu dingin terhadap
Yuri.
Di sini, dingin tidak diartikan sebagai suhu (indra
peraba), namun sebagai sikap atau perlakuan seseorang yang dapat dilihat
melalui perbuatan atau ucapan orang tersebut, yaitu melalui indra penglihatan,
indra perasa dan indra pendengaran.

terimakasih semua yang tertulis di blog ini sangat bermanfaat untuk sy pribadi.
BalasHapus