22/11/14

Perubahan Makna Kata

Bahasa merupakan salah satu alat yang dapat digunakan sebagai media komunikasi antar manusia. Tidak terbatas pada kelompok antar suku, tetapi juga antar negara. Oleh karena itulah, tidak mengherankan jika dalam perkembangan bahasa, sebuah bahasa dapat mengalami perubahan makna kata.
Dilihat dari prespektif sosiologi, masyarakat secara perlahan atau cepat selalu mengalami perubahan seiring dengan perubahan jaman. Akselerasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi, memberikan andil yang cukup besar dalam mengubah tatanan kehidupan masyarakat. Perkembangan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan serta perkembangan teknologi mempunyai hubungan kausalitas. Melalui kreativitas manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang, dan melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini pula masyarakat juga berkembang.

Salah satu wujud dari perubahan pada ranah budaya adalah perubahan yang terjadi pada tindak berbahasa. Namun, apakah makna itu berubah? Jawabannya adalah karena perkembangan bahasa seiring dengan perkembangan zaman, maka kata itu sendiri akan mendapatkan makna lain.

Perubahan makna kata disebabkan oleh hal-hal berikut:
1. Ilmu dan teknologi
2. Perbedaan bidang pemakaian
3. Pertukaran tanggapan indra
4. Adanya penyingkatan
5. Pengembangan istilah
6. Faktor sosial
7. Faktor budaya
8 Adanya asosiasi
9. Perbedaan tanggapan
10. Proses gramatikal

Pergeseran makna kata sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Generalisasi / Perluasan Makna Kata
2. Spesialisasi / Penyempitan Makna Kata
3. Ameliorisasi / Peninggian Makna Kata
4. Peyorasi / Penurunan Makna Kata
5. Asosiasi / Perubahan Makna yang Berkaitan dengan Hal
6 . Sinestesia / Perubahan Makna yang Berkaitan dengan Indra

A. Generalisasi / Perluasan Makna Kata

Generalisasi atau perluasan makna kata adalah suatu bentuk kebahasaan yang mengalami berbagai penambahan makna kata yang keseluruhannya digunakan secara umum. Bisa diartikan pula sebagai perubahan makna dari yang lebih khusus atau sempit ke yang lebih umum atau luas. Cakupan makna baru tersebut lebih luas daripada makna yang lama atau makna dahulu.
Berdasarkan pengamatan, meluasnya komponen makna sebuah kata dapat pula disebabkan oleh rendahnya frekuensi penggunaan sebuah kata. Makna kata yang jarang digunakan kemudian dipindahkan kepada bentuk imbangannya yang frekuensi pemakaiannya lebih tinggi.

Contoh kata yang mengalami generalisasi :
No
Kata
Makna Lama
Makna Baru
1
Menarik
Berkaitan dengan tali
Cantik, tampan, cakap, menyenangkan, menjadikan anggota
2
Bapak, ibu, saudara
Hubungan kekerabatan
Bapak ditujukan pada lelaki berumur, ibu ditujukan pada wanita berumur, saudara ditujukan pada orang yang sebaya
3
Kepala
Anggota tubuh
Orang yang memiliki jabatan tinggi
4
Kemudi
Berhubungan dengan penyeimbang alat transportasi
Mengendalikan
5
Jalan-jalan
Jalan raya
Berkunjung, berlibur
6
Kandungan
Berhubungan dengan bayi
Sesuatu yang termasuk di dalam suatu hal
7
Jurusan
Tujuan perjalanan
Bidang yang akan ditekuni
8
Benih
Bibit tanaman
Cikal bakal, awal suatu kejadian
9
Putri
Anggota kerajaan
Anak perempuan
10
Kursi
Tempat duduk berkaki
Jabatan, kedudukan

Contoh dalam kalimat :

1. a. Seohyun memperbaiki kursi yang rusak itu.
 b. Taeyeon berhasil menduduki kursi direktur di perusahaan itu.
Pada kalimat a, kata kursi berarti tempat duduk. Pada kalimat b, kata kursi berarti kedudukan.
2. a. Jessica bergaya bak putri kerajaan.
 b. Sunny adalah putri dari Lee Soo Yung.

Pada kalimat a, kata putri berarti anggota kerajaan, bisa dikatakan anak dari raja. Pada kalimat b, kata putri berarti anak perempuan.

B. Spesialisasi / Penyempitan Makna Kata

Spesialisasi atau penyempitan makna kata adalah makna suatu kata yang memiliki spesifikasi tertentu atau spesialisasi, bisa diartikan pula sebagai perubahan makna kata dari yang lebih umum atau luas menjadi makna yang lebih khusus atau sempit bila dibandingkan dengan makna awalnya.

Contoh kata yang mengalami spesialisasi :
No
Kata
Makna lama
Makna baru
1
Sastra
Dalam bahasa Sansekerta memiliki makna yang luas
Karangan yang indah atau menggugah perasaan
2
Skripsi
Tulisan tangan
Tulisan mahasiswa yang disusun sebagai persyaratan menempuh ujian untuk memperoleh gelar
3
Guru
Pembimbing rohani, pengajar silat
Pengajar di sekolah
4
Sarjana
Cendekiawan
Lulusan perguruan tinggi
5
Pendeta
Orang yang berilmu
Pembimbing rohani agama Kristen
6
Madrasah
Sekolah
Sekolah berbasis Islam
7
Pembantu
Orang yang membantu
Pesuruh, orang yang diberi imbalan atas apa yang dilakukan
8
Motor
Alat penggerak
Kendaraan (sepeda motor)
9
Kitab
Semua buku, apapun jenisnya
Buku keagamaan
10
Bau
Semua bau, baik busuk maupun wangi
Bau yang menjurus pada bau busuk

Contoh dalam kalimat :
1. a. Luna mencium bau telur goreng.
 b. Sulli mengatakan bahwa bangkai tikus itu sangat bau.
Pada kalimat a, kata bau berarti harum. Pada kalimat b, kata bau berarti busuk.
2. a. Kau pembantu bagiku karena telah membiayai sekolahku.                   
 b. Lizzy menjadi pembantu di rumah Raina.
Pada kalimat a, kata pembantu berarti orang yang menolong. Pada kalimat b, pembantu berarti orang yang diupah untuk dipekerjakan.

C. Ameliorisasi / Peninggian Makna Kata

Ameliorasi atau peninggian makna kata adalah suatu kata yang memiliki makna yang bernilai lebih baik dari makna sebelumnya. Bisa diartikan pula sebagai perubahan makna yang mengakibatkan makna yang baru dirasakan lebih tinggi atau hormat atau halus atau baik nilainya daripada makna lama.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering didapati bahwa makna kata tetap dipertahankan meskipun lambangnya diganti. Maksud pergantian lambang tersebut, yakni ingin melemahkan makna, agar orang yang dikenai kegiatan tidak tersinggung. Dengan melemahkan makna, kadang-kadang orang tidak akan merasa bahwa sesuatu tindakan terlalu berat atau tidak akan menyinggung perasaan seseorang.
Peninggian makna kata terjadi karena pertimbangan-pertimbangan berikut :
1. Pertimbangan psikologis, dimaksudkan agar perasaan orang tidak tersinggung, tidak merasa tertekan secara psikologis.
2. Pertimbangan politis, dimaksudkan agar ketentraman masyarakat tidak terganggu, serta tidak mengganggu keamanan.
3. Pertimbangan sosiologis, dimaksudkan agar masyarakat tidak resah.
4. Pertimbangan religius, dimaksudkan agar orang yang dikenai kata tidak akan tertekan imannya.
5. Pertimbangan kemanusiaan, dimaksudkan agar manusia tidak menyalahgunakan hak asasi manusia, yang antara lain menyangkut martabat dan kehormatan pribadi, dan bahwa manusia yang satu dengan yang lainnya memiliki hak yang sama.

Contoh kata yang mengalami ameliorisasi :
No
Kata Awal
Kata yang Diameliorisasi
Makna
1
Bui, penjara, tutupan
Lembaga pemasyarakatan
Tempat menahan terpidana setelah proses sidang
2
Dipecat, dipensiunkan, diberhentikan
Di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)
Tidak dipekerjakan lagi secara paksa
3
Tuli
Tunarungu
Tidak dapat mendengar
4
Kakus, WC, kamar kecil
Toilet
Tempat buang hajat
5
Orang yang sudah tua
Manula (manusia lanjut usia)
Orang yang sudah berumur
6
Pelayan toko
Pramuniaga
Orang yang melayani pembeli di toko
7
Korupsi
Komersialisasi jabatan, menyalahgunakan wewenang
Melakukan tindak kejahatan keuangan negara
8
Pakaian
Busana
Alat penutup tubuh
9
Pembantu
Pramuwisma
Orang yang diupah untuk bekerja
10
Kabur
Menghilang
Pergi dengan diam-diam

D. Peyorasi / Penurunan Makna Kata

Peyorasi atau penurunan makna kata adalah proses perubahan makna kata yang terdengar lebih kasar atau lebih rendah daripada makna yang sebelumnya, dianggap memiliki konotasi negatif.

Contoh kata yang mengalami peyorasi :
No
Kata
Makna Lama
Makna Baru
1
Bibi
Istri paman, saudara perempuan ayah / ibu
Sebutan untuk pembantu
2
Oknum
Pelaku
Pelaku kejahatan
3
Kaki tangan
Pembantu
Pembantu dalam hal negatif
4
Kroni
Sahabat
Kawan dari seorang penjahat
5
Janda
Wanita yang ditinggal meninggal suami
Wanita yang telah bercerai

E. Asosiasi / Perubahan Makna Kata yang Berkaitan dengan Hal

Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat atau kemiripan antara dua hal yang sebenarnya berbeda atau berlainan.

Contoh kata yang mengalami asosiasi :
No
Kata
Makna Lama
Makna Baru
1
Kacamata
Benda yang berguna menajamkan penglihatan
Pandangan menurut seseorang
2
Memancing
Mengail ikan
Memberi sesuatu atas apa yang diinginkan
3
Amplop
Tempat surat
Uang sogok
4
Benalu
Tanaman parasit
Pengganggu, pengacau
5
Mencatut
Mencabut dengan catut
Menarik keuntungan

F. Sinestesia / Perubahan Makna Kata yang Berkaitan dengan Indra

Sinestesia adalah perubahan makna kata akibat pertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan fungsi. Misalnya indra peraba dan perasa, indra penglihatan dan indra penciuman, dan sebagainya.

Contoh :
1. Kata-kata Amber sangat kejam dan sungguh pedas di telinga.
Di sini, pedas tidak diartikan sebagai rasa (indra perasa), namun sebagai ucapan yang menyakitkan (indra pendengaran).
2. Suaranya yang merdu sangat lembut di telinga kami.
Di sini, lembut tidak diartikan sebagai kehalusan suatu benda (indra peraba), namun sebagai nada yang didengar (indra pendengaran).
3. Suara Luhan sampai saat ini masih empuk.
Di sini, empuk tidak diartikan sebagai lunak (indra peraba), namun sebagai makna kemerduan (indra pendengaran).
4. Wajah Krystal manis dan rupawan.
Di sini, manis tidak diartikan sebagai rasa (indra perasa), namun sebagai sesuatu yang bermakna menarik (indra penglihatan).
5. Nasi campur ini ramai rasanya.
Di sini, ramai tidak diartikan sebagai sesuatu yang banyak (indra penglihatan), namun sebagai arti bermacam-macam rasa (indra perasa).
6. Sikap Jongin terlalu dingin terhadap Yuri.
Di sini, dingin tidak diartikan sebagai suhu (indra peraba), namun sebagai sikap atau perlakuan seseorang yang dapat dilihat melalui perbuatan atau ucapan orang tersebut, yaitu melalui indra penglihatan, indra perasa dan indra pendengaran.

1 komentar:

  1. terimakasih semua yang tertulis di blog ini sangat bermanfaat untuk sy pribadi.

    BalasHapus

Syarat dan Ketentuan :
1. Isilah dengan jelas dan tidak mengandung unsur SARA.
2. Kritik dan saran diperbolehkan, akan tetapi dengan cara yang sopan.
3. Jangan tinggalkan link mati (dead link) di dalam komentar.

Bobblehead Bunny